kembali ke indeks berita
bidang naskah

Polling

Penilaian Anda terhadap website Pusbuk saat ini?

Serah Terima Jabatan Mendiknas

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Kabinet Indonesia Bersatu Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA. pada Kamis (22/10/2009) malam, menyerahkan jabatan Mendiknas kepada Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh DEA.

Serah terima jabatan diselenggarakan setelah sebelumnya, pada Kamis (22/10/2009) siang di Istana Negara, Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono melantik para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Mohammad Nuh dilantik dan menjabat sebagai Mendiknas di kabinet ini mulai periode 2009 - 2014.

Dalam sambutannya, Mohammad Nuh, yang sebelumnya menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika pada Kabinet Indonesia Bersatu periode 2007 - 2009, mengatakan, persoalan pendidikan adalah persoalan yang sangat kompleks. Oleh karena itu, kata dia, diperlukan partisipasi dari masyarakat. Pendidikan, lanjut dia, juga tidak bisa dilepaskan dari karakter dan budaya. "Jadikan sekolah sebagai bagian dari membangun karakter dan budaya," katanya.

Nuh mengemukakan empat pilar untuk mengembangkan dunia pendidikan, yakni, sekolah yang layak, terjangkau, berkualitas, dan jaminan kepada lulusannya. "Kita ingin di tahun 2010 tidak ada lagi sekolah SD dan SMP yang roboh. Kita punya target 2010 lunas urusan sekolah," katanya saat memberikan keterangan pers usai upacara serah terima jabatan.

Sementara, kata Nuh, untuk mewujudkan sekolah yang terjangkau ditempuh dengan meringankan beban kemahalan pendidikan. "Kita ingin masyarakat menanggung beban sekecil - kecilnya, " katanya.
Lebih lanjut Nuh mengatakan, setelah sekolah yang layak dan terjangkau tuntutan berikutnya adalah kualitas. Komponennya diantaranya meliputi guru, fasilitas, dan kerja praktek. "Meskipun sekolah ada dan terjangkau, tetapi kalau kualitasnya jelek mau ngapain," ujarnya. SD bukan berarti harus bekerja, tetapi dapat mengembangkan ilmu. "Kalau memang stratanya sudah cukup tinggi, misalkan SMK, bisa mendapatkan pekerjaan, membuat pekerjaan, atau melanjutkan. Intinya tidak boleh nganggur," katanya.

Nuh mengemukakan, untuk mengawali 100 hari pertama bekerja adalah dengan menyelesaikan program yang telah dicanangkan pada 2009, memasukkan kontrak kinerja yang belum masuk di dalam program, dan menyusun program khusus yang menjadi motor program - program 2010. "Selanjutnya, menyiapkan program jangka menengah lima tahun ke depan termasuk program satu tahun," katanya.

Mendiknas Kabinet Indonesia Bersatu Bambang Sudibyo pada kesempatan yang sama menyampaikan, sejak dilakukan amandemen Undang - Undang Dasar (UUD)1945 disusul UU tentang Sistem Pendidikan Nasional, aspirasi dan tuntutan masyarakat akan pendidikan melonjak tinggi.

Bambang yang menjabat sebagai Mendiknas mulai 21 Oktober 2004 sampai dengan 22 Oktober 2009 ini mengatakan, selama lima tahun mulai 2005 - 2009, bersama seluruh jajaran Depdiknas telah membakukan kebijakan pendidikan melalui Rencana Strategis Pendidikan Nasional 2005 - 2009. "Pada akhir 2009 hampir semua indikator kinerja kunci dalam renstra telah dapat dicapai bahkan banyak yang melampaui target. Pada 2009, ketentuan UUD 1945 untuk mengalokasikan (anggaran) sekurang - kurangnya 20 persen dari APBN untuk pendidikan dipenuhi Pemerintah bersama - sama DPR," katanya.

Sumber: Pers Depdiknas

Sebarkan halaman ini